Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

Pemilihan standar desain tangki penyimpanan merupakan keputusan krusial yang berdampak langsung pada keselamatan operasional, biaya proyek, dan integritas struktural. Dua standar yang paling sering menjadi acuan para insinyur mekanikal adalah API 650 dan API 620.
Meskipun keduanya mengatur tentang desain tangki penyimpanan di atas permukaan tanah (aboveground storage tanks), terdapat perbedaan filosofi desain, batasan tekanan, dan aplikasi teknis yang signifikan di antara keduanya. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan tersebut agar Anda dapat memahami standar mana yang tepat untuk kebutuhan industri Anda.
Sebelum masuk ke detail teknis, mari kita definisikan kedua standar ini secara sederhana. Standar dikeluarkan oleh American Petroleum Institute (API), organisasi standar utama untuk industri minyak dan gas.
API 650 adalah standar emas untuk tangki penyimpanan minyak mentah dan produk olahannya. Standar ini mencakup desain, material, fabrikasi, ereksi, dan pengujian untuk tangki silinder vertikal, yang dibangun di atas permukaan tanah, dengan tekanan internal yang rendah atau mendekati tekanan atmosfer.
API 620 ditujukan untuk tangki yang beroperasi pada tekanan internal yang lebih tinggi dibandingkan API 650. Standar ini digunakan untuk tangki yang menyimpan produk seperti gas alam cair (LNG), amonia, atau bahan kimia lain yang memerlukan kontrol tekanan lebih ketat agar produk tetap dalam kondisi stabil.
Perbedaan paling mendasar antara kedua standar ini terletak pada tekanan operasional yang diizinkan di dalam tangki.
Sebagai seorang insinyur mekanikal, aspek geometri adalah hal yang paling menantang dalam proses desain.
Karena API 620 menangani tekanan lebih tinggi, persyaratan inspeksi las (welding inspection) jauh lebih ketat.
Untuk memahami kapan sebuah perusahaan harus memilih salah satu dari standar ini, perhatikan tabel perbandingan berikut:
Fitur | API 650 | API 620 |
Fungsi Utama | Penyimpanan cairan cair | Gas cair / Cairan bertekanan |
Tekanan | Mendekati atmosfer (<= 2.5 psig) | Di atas 2.5 psig s/d 15 psig |
Tingkat Bahaya | Rendah – Menengah | Menengah – Tinggi |
Biaya Fabrikasi | Lebih Efisien/Ekonomis | Lebih Mahal (Material & Las) |
Kompleksitas | Moderat | Tinggi |
Banyak manajer proyek pemula mencoba menekan anggaran dengan memilih API 650 untuk produk yang sebenarnya membutuhkan API 620. Ini adalah kesalahan fatal.
Jika produk yang disimpan memiliki tekanan uap (vapor pressure) yang tinggi, namun disimpan dalam tangki API 650, tangki akan mengalami overpressure. Hal ini dapat menyebabkan:
Dari sudut pandang Project Management, penggunaan API 650 selalu lebih ekonomis jika memungkinkan. Desain yang lebih sederhana berarti:
Namun, penghematan biaya tidak boleh mengorbankan keselamatan. Jika karakteristik fluida (seperti suhu rendah/kriogenik atau tekanan uap tinggi) mengharuskan penggunaan API 620, maka langkah tersebut wajib diambil demi mematuhi standar Process Safety Management (PSM) internasional.
Memahami perbedaan antara API 650 dan API 620 adalah fondasi dasar bagi setiap insinyur mekanikal dan pemangku kepentingan di sektor industri penyimpanan. API 650 adalah standar untuk penyimpanan cairan pada tekanan rendah yang efisien secara biaya, sementara API 620 adalah solusi untuk kebutuhan penyimpanan yang lebih menantang dengan tekanan internal yang lebih tinggi dan persyaratan keamanan yang lebih ketat.
Selalu pastikan untuk merujuk pada Data Sheet produk, Material Safety Data Sheet (MSDS), dan perhitungan teknis yang divalidasi oleh Professional Engineer sebelum menentukan standar mana yang akan digunakan dalam proyek Anda.

